Uncategorized

Peternak JATAM Pesawaran Kunjungi Sentra Budidaya Bebek Peking di Pringsewu.

261
×

Peternak JATAM Pesawaran Kunjungi Sentra Budidaya Bebek Peking di Pringsewu.

Sebarkan artikel ini

JBN – JurnalBeritaNasional.Com

Pringsewu – Peternak binaan JATAM (Jamaah Tani Muhammadiyah) Pesawaran mengunjungi sentra budidaya bebek peking di Pringsewu. Kunjungan ini atas arahan drh. Purnama Edy untuk memastikan kelayakan kandang. Rombongan tiba di kompleks panti asuhan putra Gunung Kancil, Pajaresuk.Kabupaten Pringsewu. Ahad, 3 Agustus 2025.

Tujuan kunjungan ini adalah mempelajari praktik budidaya yang sesuai standar, di lokasi panti asuhan putra yang menjadi percontohan, karena dinilai memenuhi kelayakan kandang yang disarankan.

Dengan melihat langsung, peternak Pesawaran diharapkan bisa mengadopsi model serupa untuk pengembangan usaha mereka, kedatangannya disambut langsung oleh ketua JATAM Pringsewu, Busroni.

Saat kunjungan, rombongan menimbang bebek yang berusia 31 hari. Bobotnya bervariasi, dari 1,6 kg hingga 2,4 kg. Total pakan yang sudah dihabiskan mencapai 450 kg. Hasil ini menunjukkan efektivitas manajemen pakan yang ada.

Ustadz Muhajir Shofa, pengurus JATAM Pesawaran, yang memimpin rombongan dari pesawaran, berharap bisnis ternak itik ini bisa berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara JATAM wilayah, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) wilayah, dan JATAM daerah untuk memastikan ketersediaan DOD (anak itik) agar kandang tidak kosong terlalu lama.

Sementara itu ketua JATAM Pringsewu, Busroni, menyambut baik masukan tersebut. Ia setuju bahwa kolaborasi antarorganisasi itu penting. Masukan ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan MPM Muhammadiyah Wilayah Lampung.

Selain itu, peternak juga harus menyiapkan kandang ekstra. Kandang ini berfungsi sebagai tempat transit anak bebek selama 10 hari. Setelah itu, mereka akan dipindahkan ke kandang yang lebih besar.

Proses vaksinasi akan dilakukan saat bebek berusia sekitar 15 hari. Ini penting untuk menjaga kesehatan dan ketahanan ternak. Langkah-langkah ini menunjukkan pendekatan budidaya yang terstruktur dan profesional.

Kunjungan ini menjadi bukti komitmen JATAM dalam memberdayakan masyarakat. Mereka menerapkan praktik peternakan yang berkelanjutan dan berbasis pengetahuan, sejalan dengan semangat akademis.

-Rawi-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *