JBN | JurnalBeritaNasional.Com
Kalirejo_Pendidikan kebencanaan adalah proses pendidikan yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sadar bencana ke dalam berbagai jenjang pendidikan (formal, nonformal, informal) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko akibat bencana alam, nonalam, maupun sosial.
Pagi ini suasana terasa berbeda di Lapangan Upacara Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kalirejo , saat pelaksanaan Kegiatan Disaster Mitigation and Fire Fighting. Jum’at (07/11/2025).
Kegiatan Disaster Mitigation and Fire Fighting kali ini diwarnai dengan edukasi kebencanaan, Pengenalan INARisk Personal dan Pemadaman Kebakaran yang menggugah antusiasme para Guru dan Siswa. Sebanyak kurang lebih 300 siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat didampingi oleh Agus Purnomo dan Yudha Mailufi dari BPBD Kabupaten Pringsewu serta Alam Satgas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Tengah.
Seluruh siswa di perkenalkan tentang Teori dasar kebencanaan, perlindungan diri serta berpartisipasi dalam simulasi penanganan kebakaran baik menggunakan peralatan konvensional maupun Tabung APAR.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa memahami potensi bencana di lingkungan sekitar, mengenal teori dasar kebencanaan, serta merasakan pengalaman langsung dalam simulasi pemadaman kebakaran. Dengan begitu, mereka akan belajar bersikap sigap, tanggap, dan tetap tenang dalam situasi darurat,” jelas Agus Supriyanti.
Menurut Agus Purnomo yang juga Fasilitator Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) Rumah Zakat Indonesia pembelajaran melalui simulasi dinilai lebih efektif untuk Anak-anak didik. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mengalami langsung bagaimana bersikap ketika terjadi Kedarurataan serta Kebakaran lingkungan Sekolah khususnya.
“Simulasi seperti ini sangat penting agar anak didik tidak panik saat menghadapi keadaan darurat,” ujarnya
Kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengenalkan bencana sebagai konsep, tetapi juga menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya kesiapsiagaan. Edukasi yang diberikan mencakup cara evakuasi yang aman, posisi perlindungan saat gempa, pemadaman kebakaran dengan menggunakan APAR dan alat konvensional dan pentingnya komunikasi yang efektif saat terjadi bencana.
Agus Supriyanti, S.Pd, M.M selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kalirejo mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap kegiatan serupa bisa digelar secara berkala. “Edukasi seperti ini akan menjadi agenda rutin. Anak-anak dan guru perlu terus dibekali kemampuan dasar menghadapi bencana, apalagi Indonesia adalah wilayah rawan bencana” ujarnya.
-Rawi-












